Aku terdiam dan tertunduk disini
entah karena apa aku tak mampu merengkuh gairah
luka yg begitu dalam belum sempat terobati
bayang-bayang wajah indahmu membalut perih air mata
bingkai kemelut terpajang menatap kelam
ahh
mungkin belum waktunya
aku masih yakin cinta itu masih mengalir
tetesan tangis ini sekadar bukti
bahwa aku tak mampu bertahan tanpa dirimu
namun aku benar-benar merasa terluka
kini terasa semakin duka
setiap linang sedihku untukmu
setiap langkah untukmu
kulakukan dg ikhlas sambil menikmati luka itu
bersama janji-janji indah darimu
berharap lukaku akan terobati, bersama kehangatan senyum manis itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar